coretan kebun belakang

tentang kawan, buku, perjalanan


kota

  • Fariz RM, Kota, dan Orisinalitas

    Di suatu Sabtu pagi saya mulanya ingin mencari sweater di Pasar Baru, tapi  justru buku yang saya beli. Saya tidak jadi beli sweater karena  yang pas dari fungsi maupun estetika  tidak saya temukan. Awalnya juga tidak ada niat ke toko buku, tapi daripada jauh-jauh tidak membawa apa-apa, akhirnya saya sempatkan mampir ke toko buku yang Continue reading

  • Merobohkan Jembatan Penyeberangan

    Saya bagian dari mayoritas warga DKI Jakarta yang menggunakan angkutan umum dan berjalan kaki dalam mobilitas sehari-hari. Wilayah mobilitas biasanya meliputi Jakarta, Tangerang sampai Depok. Kerap kali dalam mobilitas tersebut saya harus melalui jembatan penyeberangan dengan tangga yang curam untuk sekedar menyeberang dari sisi jalan satu ke sisi lainnya. Jelas, jembatan penyeberangan tersebut tidak aksesibel Continue reading

  • Di kereta ekonomi Bogor-Jakarta, senja itu

    “Tolong! Tolong saya! Hape saya dicopet!” teriakan seorang remaja perempuan menyeruak dari kegelapan kereta ekonomi (KRL) jurusan Bogor-Jakarta, senja itu. Teriakan itu nampak sia-sia, seperti lengket di keringat orang-orang yang kelelahan karena baru pulang kerja.  Apalagi pencopet telpon genggamnya telah meloncat kabur dari kereta yang tengah melaju, membelah hujan yang mengguyur.  Perempuan itu mencoba ikut Continue reading