-
Kami Tidak Akan Diam: Kisah-Kisah Kehidupan dan Perjuangan Pekerja Rumah Tangga
Beragam kisah pilu tentang Pekerja Rumah Tangga (PRT) barangkali sudah sering kita dengar dan baca dari berbagai media massa. Ada PRT yang disekap majikan selama berbulan-bulan, tidak digaji, mendapat kekerasan fisik dan psikis, dan perlakuan buruk lainnya. JALA PRT mencatat, selama tahun 2016 ada 228 kasus kekerasan terhadap PRT, yang dilaporkan. Tentu kasus yang ada Continue reading
-
Televisi dan Perubahan Sosial di Desa
Sekitar tahun 1980-an, belum banyak orang yang mempunyai televisi (TV) di desa saya. Sebuah desa yang berjarak sekitar 18 kilometer dari pusat kota Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Menurut keterangan seorang tetangga, TV baru masuk desa ketika ada siaran pertandingan tinju antara Muhammad Ali melawan Larry Holmes, pada 2 Oktober 1980. Tetapi ada pula yang mengatakan Continue reading
-
Fariz RM, Kota, dan Orisinalitas
Di suatu Sabtu pagi saya mulanya ingin mencari sweater di Pasar Baru, tapi justru buku yang saya beli. Saya tidak jadi beli sweater karena yang pas dari fungsi maupun estetika tidak saya temukan. Awalnya juga tidak ada niat ke toko buku, tapi daripada jauh-jauh tidak membawa apa-apa, akhirnya saya sempatkan mampir ke toko buku yang Continue reading
-
Menjaga Tetesan Air : Belajar dari Aabid Surti
Hei banyu,hei banyu ning kene ana crita Hei banyu, hei banyu ning kene ana crita Critane wong Jawa kang kelangan makna (Slamet Gundono) Adalah Aabid Surti, seorang penulis dan pelukis yang mempunyai karakter aneh. Beberapa orang menyebutnya malaikat, karena tindakannya yang sederhana tapi disertai kemuliaan hati, telah menginspirasi banyak orang. Yang biasa dilakukan Aabid Continue reading
-
Merobohkan Jembatan Penyeberangan
Saya bagian dari mayoritas warga DKI Jakarta yang menggunakan angkutan umum dan berjalan kaki dalam mobilitas sehari-hari. Wilayah mobilitas biasanya meliputi Jakarta, Tangerang sampai Depok. Kerap kali dalam mobilitas tersebut saya harus melalui jembatan penyeberangan dengan tangga yang curam untuk sekedar menyeberang dari sisi jalan satu ke sisi lainnya. Jelas, jembatan penyeberangan tersebut tidak aksesibel Continue reading
-
Permainan Mak Sup
Mas Karto tahu, kalau memboncengkanku dari stasiun Kota ke Tembok Bolong, Muara Baru, pasti ia mengayuh sepeda ojeknya dengan santai, apalagi ketika melewati kawasan Kota Tua. Mas Karto juga tahu betapa sia-sianya mengajakku bicara pada saat seperti itu. Dia baru ngajak ngobrol ketika sudah melewati Kota Tua. Bagiku, menikmati suasana Kota Tua di atas sepeda Continue reading
-
Franky di Halaman Rakyat, di Perkampungan Bunga
Beberapa tahun lalu, saya termasuk orang yang menyayangkan perubahan yang terjadi dalam diri Franky Sahilatua. Hati saya seperti mengatakan,”Mengapa orang yang dikarunia talenta besar dalam bermusik sekarang malah sibuk dalam hiruk pikuk perpolitikan negeri ini”. Saya takut dia akan bernasib seperti idola saya yang lain, Rhoma Irama. Continue reading
-
Kekerasan dan Budaya Kehormatan Diri
Akhir tahun lalu dalam sebuah diskusi di sebuah sessi pelatihan menulis etnografi di Makassar yang diadakan Yayasan Desantara dan LAPAR Makassar, Pak Bambang dari jurusan Sejarah UNHAS menyinggung tentang pemahaman yang keliru sebagian orang terhadap Siri’. Akibat dari pemahaman yang keliru atau hanya sebatas permukaan tersebut adalah munculnya kekerasan di masyarakat. Saya tidak tahu apakah Continue reading
-
Seorang Romo dari “Sicilia”
Dia selalu mengidentifikasikan diri sebagai orang cerdas dan penuh muslihat. Setelah berhasil mengelabui teman-temannya, dengan bangga dan jumawa mengatakan, “ Lha agen Mossad kok diremehkan.” Kalau tidak agen Mossad, ya sebagai mafia Sicilia atau IRA dia menyebut dirinya berasal. Saya percaya teman saya ini penuh muslihat tapi, kalau soal cerdas,nanti dulu. * Saya mengenalnya Continue reading
