coretan kebun belakang

tentang kawan, buku, perjalanan


coretan

  • Catatan Perjalanan ke Kathmandu (2)

    Catatan Perjalanan ke Kathmandu (2)

    Catatan lanjutan ini sudah  saya niatkan untuk tidak menceritakan hal-hal yang dibahas di dalam ruang pertemuan Konferensi APMDD, terlalu berat. Saya mau yang ringan-ringan saja. Apalagi saya nulisnya di waktu grup-grup Whatsaap dan medsos masih dipenuhi pisuhan-pisuhan atas penobatan Soeharto menjadi pahlawan. Selama di Kathmandu, saya biasanya melewati pagi hari, sebelum sarapan, dengan jalan kaki Continue reading

  • Catatan Perjalanan Ke Kathmandu (1)

    Catatan Perjalanan Ke Kathmandu (1)

    Setelah menyatakan bersedia untuk pergi ke Kathmandu, justru kemudian saya diliputi keraguan. Awalnya Mbak Lita dan Mbak Damai yang menawarkan dan meminta saya pergi ke Kathmandu untuk hadir dalam Asian Conference on Finance ke-2 yang diadakan oleh Asian People’s Movement on Debt and Development (APMDD). “Untuk merawat jaringan, sayang kalau dari JALA tidak ada yang Continue reading

  • Sembilan Hari di Lasembangi

    Sembilan Hari di Lasembangi

    Setelah selesai satu angkatan dalam memfasilitasi pelatihan bagi petani nilam di desa Botteng, Mamuju, Sulawesi Barat, perjalanan kami berlanjut ke Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Perjalanan ini dipercepat karena tim yang akan melakukan pelatihan di Majene ditunda karena warga petani yang akan menjadi peserta pelatihan sedang panen nilam, sehingga mereka tidak bisa mengikuti pelatihan nantinya. Daripada Continue reading

  • Ke Mamuju, Kami Menuju

    Ke Mamuju, Kami Menuju

    Walaupun sudah mengunjungi pelbagai wilayah di Indonesia, melakukan perjalanan ke wilayah-wilayah baru, merupakan hal yang menyenangkan sekaligus mendebarkan. Kira-kira apa yang akan terjadi di sana? Kondisi masyarakatnya bagaimana? Apakah semua rencana akan berjalan lancar? Beberapa pertanyaan itu muncul dalam pikiran saya ketika akan melakukan perjalanan ke Mamuju, Sulawesi Barat. Untuk mengurangi rasa penasaran itu, saya Continue reading

  • Ke Braga, lagi…

    Ke Braga, lagi…

    Sebenarnya bukan saya yang seharusnya datang ke Bandung untuk mengikuti pertemuan koordinasi dan lokakarya rencana tahunan para mitra Oxfam-Penabulu Foundation, tapi karena koordinator JALA PRT lagi banyak agenda yang harus diikuti, maka saya yang diminta datang. Acara direncanakan mulai tanggal 20 sampai 24 Januari 2025, di Kimaya Braga Hotel. Saya berangkat tanggal 19 Januari siang Continue reading

  • Perjalanan Ke Labuan Bajo

    Perjalanan Ke Labuan Bajo

    Pada bulan Juni tahun 2024 lalu, seorang kawan baik mengabari bahwa lembaganya akan melakukan pelatihan pengorganisasian komunitas di Manggarai Barat dan meminta saya untuk terlibat dalam memfasilitasi pelatihan tersebut. Tentu saja saya senang  dapat permintaan tersebut. Ada dua alasan kenapa saya senang: pertama karena memang saya punya pengalaman dalam memfasilitasi pelatihan pengorganisasian, dan kedua karena Continue reading

  • Mengapa Kami Harus Foto Bareng

    Mengapa Kami Harus Foto Bareng

    Sekira 31 tahun yang lalu, di sebuah siang yang terik setelah sekolah bubaran, aku berjalan sendiri menyusuri jalan Cik Di Tiro, Yogyakarta. Di depanku dua orang berseragam SMP 8, sepertiku, berjalan melambat ketika sampai di seberang selatan Indraloka Homestay (yang kemudian selalu kami ingat ada bau cengkeh di sekitar situ). Di seberang selatan Indraloka ada Continue reading

  • Televisi dan Perubahan Sosial di Desa

    Sekitar tahun 1980-an, belum banyak orang yang mempunyai televisi (TV) di desa saya. Sebuah desa yang berjarak sekitar 18 kilometer dari pusat kota Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Menurut keterangan seorang tetangga, TV baru masuk desa ketika ada siaran pertandingan tinju antara Muhammad Ali melawan Larry Holmes, pada 2 Oktober 1980.  Tetapi ada pula yang mengatakan Continue reading

  • Menjaga Tetesan Air : Belajar dari Aabid Surti

    Hei banyu,hei banyu ning kene ana crita Hei banyu, hei banyu ning kene ana crita Critane wong Jawa kang kelangan makna (Slamet Gundono)   Adalah Aabid Surti, seorang penulis dan pelukis yang mempunyai karakter aneh. Beberapa orang menyebutnya malaikat, karena tindakannya yang sederhana tapi disertai kemuliaan hati, telah  menginspirasi banyak orang.  Yang biasa dilakukan Aabid Continue reading

  • Permainan Mak Sup

    Mas Karto tahu, kalau memboncengkanku dari stasiun Kota ke Tembok Bolong, Muara Baru, pasti ia mengayuh sepeda ojeknya dengan santai, apalagi ketika melewati kawasan Kota Tua. Mas Karto juga tahu betapa sia-sianya mengajakku bicara pada saat seperti itu. Dia baru ngajak ngobrol ketika sudah melewati Kota Tua. Bagiku, menikmati suasana Kota Tua di atas sepeda Continue reading